SEKILAS INFO
29-06-2022
  • 2 minggu yang lalu / PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU T.A 2022/2023
  • 9 bulan yang lalu / Pelaksanaan Vaksinasi di SMPN 21 Batang Hari
28
May 2022
0
Siswa SMPN 21 Batang Hari, Jambi. melakukan pembelajaran menggunakan Graphic organizer (GO)

Siswa SMPN 21 Batang Hari, Jambi. melakukan pembelajaran menggunakan Graphic organizer (GO) yang dikembangkan Metty Hartina, guru bahasa Indonesia untuk melatih siswa terampil dalam mengidentifikasi informasi teks eksposisi.

 

Struktur dan Contoh Teks Eksposisi Singkat, Seperti Apa?

Teks eksposisi adalah paragraf atau karangan yang mengandung sejumlah informasi dan pengetahuan yang disajikan secara singkat, padat, dan akurat.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), eksposisi adalah uraian (paparan) yang bertujuan menjelaskan maksud dan tujuan, seperti suatu karangan.

Teks eksposisi bertujuan sebagai sarana memberikan informasi-informasi tertentu supaya dapat menjadi jelas untuk menambah wawasan informasi untuk pada pembaca.

Dalam buku Keterampilan Menulis (2016) karya H. Dalman, teks eksposisi adalah karangan yang menjelaskan atau memaparkan pendapat, gagasan, keyakinan yang memerlukan fakta yang diperkuat angka, statistik, peta dan grafis, tetapi tidak bersifat memengaruhi pembaca.

Penulis menyajikan fakta dan gagasan dengan baik dan mudah dipahami pembaca, tanpa memaksa orang lain untuk meyakini gagasan yang disampaikan penulis.

Teks ini lebih menitikberatkan pada penjelasan hakikat suatu hal, menerangkan proses pertalian suatu hal dengan hal lainnya.

 

Ciri-ciri teks eksposisi

Dalam buku Teks dalam Kajian Struktur dan Kebahasaan (2018) karya Taufiqur Rahman, ada beberapa ciri dalam teks eksposisi, yakni:

  • Harus menjelaskan segala informasi atau pengetahuan.
  • Masti menggunakan gaya informasi yang persuasif atau mengajak.
  • Harus memberikan penyampaian secara lugas dan mengeluarkan bahasa yang baku.
  • Tidak melakukan pemihakan yang artinya tidak untuk memaksanakan kehendak penulis terhadap pembaca.
  • Mesti menyajikan sebuah fakta yang digunakan sebagai alat kontritasi dan alat kontribusi.

 

Struktur teks eksposisi

Teks eksposisi memiliki pola stuktur, terdiri atas:

Tesis: pernyataan pendapat. Biasanya berisi teori yang akan diperkuat oleh argumen. Pada bagian ini penulis menyampaikan sudut pandang tentang masalah yang dibahas.

Argumentasi: bukti atau alasan untuk memperkuat pernyataan dalam tesis. Argumentasi dapat berupa pertanyaan umum atau data hasil penelitian, pernyataan para ahli, maupun fakta-fakta berdasarkan referensi yang bisa dipercaya.

Reinterasi: disebut pernyataan atau penegasan ulang pendapat. Bagian ini berisi penegasan ulang pendapat. Penegasan ulang biasa berada di bagian akhir teks.

 

Contoh teks eksposisi

Berikut beberapa contoh teks eksposisi:

Contoh 1

(Tesis) Penanaman resapan biopori air hujan perlu diperbanyak saat musim hujan seperti sekarang. Selain sebagai penampung air hujan dalam tanah, resapan biopori memberi manfaat bagi lingkungan hidup.

(Argumentasi) Resapan air biopori yang ditanam saat musim hujan, memudahkan tanah menyerap air. Alat ini juga memberi dampak baik bagi lingkungan hidup karena memanfaatkan sampah organik. Volume sampah rumah tangga dapat berkurang bila sebagian besar dikumpulkan dan dijadikan alat resapan air. Bahan organik tersebut akan memberi nutrisi pada tanah.

(Reinterasi) Agar tanah semakin sehat dan hujan tidak menggenang di permukaan tanah, maka perlu tanam resapan biopori di banyak titik.

 

Contoh 2

(Tesis) Transparansi pemerintah dalam membuat peraturan perlu ditinjau ulang.

(Argumentasi) Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo mencabut larangan ekspor benih lobser. Peraturan tersebut menimbulkan banyak kecaman publik karena pasar perdagangan lobster rata-rata dipegang kaum elit. Rupanya kecurigaan publik terbukti. Edhy ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus ekspor benih lobster pada 25 November 2020.

(Reinterasi) Melalui kasus ini, transparansi terkait peraturan yang ditetapkan pemerintah secara sewenang-wenang perlu diawasi dengan ketat.

 

Contoh 3

(Tesis) Metode belajar mengajar satu arah baiknya mulai ditinggalkan. Siswa dapat menerima suatu pembelajaran bila ada komunikasi dua arah.

(Argumentasi) Bila guru menjelaskan dan menerangkan pelajaran tanpa mengajak siswa berinteraksi, kelas akan terasa kering. Materi pelajaran yang dibahas dengan melibatkan siswa secara aktif, dinilai lebih efektif. Siswa akan merasa lebih dihargai dan belajar untuk menyampaikan pendapat.

(Reinterasi) Guru dapat mengajak siswa berdiskusi. Metode belajar satu arah sudah kuno dan tidak efektif lagi. Siswa semakin berkembang, begitu juga metode belajar.

 

Contoh 4

(Tesis) Kementerian Komunikasi dan Infromasi (Kominfo) seharusnya meningkatkan performa akses internet di Indonesia. Akses internet cepat menunjang banyak sektor, baik dari pendidikan, teknologi, ekonomi, dan sosial.

(Argumentasi) Pada 2014, Menteri Kominfo Tifatul Sembiring malah berkelakar dengan mengatakan “internet cepat buat apa?”. Padahal banyak sektor yang kerja-kerjanya bergantung pada akses internet yang lancar. Wilayah yang jauh dari kota besar kesulitan mendapat akses internet cepat. Bahkan di Papua sempat terjadi pemutusan akses internet oleh pemerintah Indonesia. Akses internet adalah hak publik yang menjadi tanggung jawab negara, lebih tepatnya Kominfo.

(Reinterasi) Seharusnya Menteri Kominfo peka terhadap kebutuhan publik. Akses internet lancar dibutuhkan publik untuk menunjang berbagai sektor.

 

Source : Siswa SMPN 21 Batang Hari, Jambi. melakukan pembelajaran menggunakan Graphic organizer (GO) 

14 − 3 =

Data Sekolah

SMPN 21 BATANG HARI

NPSN : 10500254

Jln. Jend. Sudirman Km. 3 Muara Bulian
KEC. Muara Bulian
KAB. Batang Hari
PROV. Jambi
KODE POS 36613